DAERAH  

GARATTA TBC Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, DKPPKB Sulbar Dorong Percepatan Skrining TBC di Desa Lokus

MAMUJU- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui Pertemuan Koordinasi Peningkatan Capaian Skrining Tuberkulosis (TBC) pada Desa Lokus GARATTA TBC yang dilaksanakan secara daring, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh Polres Majene, kepala puskesmas, pengelola program TBC, pemerintah desa, kader kesehatan, Karang Taruna, serta berbagai mitra lintas sektor ini menjadi wadah untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menyusun strategi percepatan penemuan kasus TBC di masyarakat.

Membuka kegiatan tersebut, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa eliminasi TBC tidak dapat dicapai hanya melalui pelayanan kesehatan semata, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan kegiatan ini menjadi akselerasi perwujudan Visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.

Baca Juga  Pemkesra Sulbar Evaluasi SPM, Upaya Agar Layanan ke Masyarakat Terus Ditingkatkan

“Tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian dan kerja bersama. Keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga pada keterlibatan aktif pemerintah desa, kader, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menemukan kasus sedini mungkin,” ujar dr. Nursyamsi.

Menurutnya, melalui GARATTA TBC, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong pendekatan yang lebih proaktif dengan memperluas skrining kepada masyarakat berisiko, sehingga kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat, diobati lebih dini, dan rantai penularan dapat diputus.

Selama kurang lebih satu bulan pelaksanaan GARATTA TBC di desa-desa lokus, program ini mulai menunjukkan perkembangan yang positif. Capaian penemuan kasus di Desa Palipi Soreang telah mencapai 63 persen (5 dari target 8 kasus), Desa Bonde Utara mencapai 55 persen (6 dari target 11 kasus), sedangkan Desa Bonde mencapai 22 persen (2 dari target 9 kasus).

Baca Juga  Perkuat Re-Inventarisasi dan Optimalisasi Aset, PUPRD Sulbar Dukung Tata Kelola Lebih Akuntabel dan Peningkatan PAD

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis desa dengan melibatkan lintas sektor mulai memberikan hasil. Namun demikian, target penemuan kasus masih perlu terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses skrining dan pengobatan TBC secara tepat waktu.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, Karang Taruna, dan para mitra yang telah bekerja keras mendukung implementasi GARATTA TBC di lapangan.

Baca Juga  Tancap Gas di Hari Pertama, Kepala BPKPD Sulbar Fokus Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah

“Kami berharap pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama, langkah-langkah nyata, serta penguatan koordinasi lintas sektor agar target skrining di desa lokus dapat tercapai. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pengobatan diberikan, sehingga penularan TBC dapat dihentikan,” ungkapnya.

Melalui forum koordinasi ini, DKPPKB Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target eliminasi TBC di Sulawesi Barat.

Program GARATTA TBC diharapkan menjadi model kolaborasi yang mampu mempercepat penemuan kasus secara aktif di tingkat desa, sekaligus mendukung terwujudnya Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera melalui masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan bebas Tuberkulosis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *