POLEWALI MANDAR– Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Mustari Mula, menghadiri pembukaan Pameran Komik karya Muhammad Misrad atau yang lebih dikenal sebagai Mice Cartoon, yang berlangsung di Teras Rumede, Polewali Mandar, Jumat (26/6/2026).
Pameran yang berlangsung mulai 26 Juni hingga 6 Juli 2026 tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Polewali Mandar yang diwakili Asisten III Setda Polewali Mandar, I Nengah Tri Sumadana. Mengusung tema “Telekomunikasi Mengubah Peradaban”, pameran ini menampilkan perjalanan sejarah telekomunikasi di Indonesia dari masa ke masa melalui media komik yang komunikatif, edukatif, dan menghibur.
Pembukaan pameran dihadiri berbagai kalangan, mulai dari komunitas seni, komunitas literasi, komunitas pemuda, seniman rupa, kartunis, fotografer, hingga para pemerhati budaya.
Pada kesempatan tersebut, Mustari Mula yang didaulat panitia memberikan apresiasi menyampaikan bahwa perjalanan telekomunikasi di Indonesia merupakan sebuah perjalanan panjang yang mampu menembus batas zaman dan generasi.
“Ada ungkapan bahwa setiap zaman ada generasinya dan setiap generasi ada zamannya. Namun menurut saya, ungkapan itu tidak sepenuhnya berlaku dalam perjalanan telekomunikasi Indonesia. Sebab, hingga hari ini Generasi X masih dapat mengenang dan menikmati pengalaman menggunakan telepon rumah, telepon koin, hingga wartel, sementara pada saat yang sama mereka juga mampu beradaptasi dengan gawai pintar, internet, dan media sosial yang menjadi ciri Generasi Z,” ujarnya.
Menurut Mustari Mula, pameran komik seperti ini memiliki nilai edukasi yang tinggi, terutama bagi generasi muda yang tidak pernah merasakan bagaimana rumit, mahal, dan terbatasnya akses komunikasi pada masa lalu.
“Generasi Z dapat memahami bahwa dahulu berkomunikasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit, perangkat yang terbatas, bahkan harus datang ke wartel atau menggunakan telepon umum. Kini, berkat perkembangan teknologi satelit dan digital, komunikasi menjadi sangat cepat, mudah, dan tanpa batas,” katanya.
Meski demikian, Mustari juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi telekomunikasi membawa tantangan baru dalam kehidupan sosial.
“Teknologi memang mendekatkan yang jauh, tetapi jangan sampai menjauhkan yang dekat. Kita sering melihat dalam satu rumah, setiap anggota keluarga sibuk berkomunikasi melalui media sosial dengan teman-temannya masing-masing, tetapi lupa menyapa orang yang berada di sampingnya. Karena itu saya sangat sepakat dengan pesan pameran ini tentang pentingnya tetap terhubung sekaligus tersambung secara emosional dengan orang-orang terdekat,” ungkapnya.
Ia berharap pameran komik tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga menjadi media literasi yang mampu membangun kesadaran masyarakat tentang sejarah perkembangan teknologi komunikasi sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di era digital.
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi, pemanfaatan teknologi digital secara bijak, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog yang menghadirkan narasumber Muhammad Ridwan Alimuddin, Muhammad Misrad (Mice Cartoon) , dan Adi Arwan Alimin, dengan moderator Irwan Ayamsir. Dialog tersebut mengupas perkembangan telekomunikasi Indonesia, proses kreatif komik, serta peran seni visual sebagai media literasi dan edukasi masyarakat.












