DAERAH  

Mantan Kepala BKN Arya Bima ke Sulbar, Diterima Korpri Sulbar dan Kabid Pemberhentian BKD

MAMUJU –Jajaran Pengurus Korpri Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menerima kunjungan Mantan Kepala BKN Pusat Arya Bima beserta rombongan dan Kakanreg Makassar, Kamis 14 Maret 2024, bertempat di Rujab Sekprov Sulbar. 

Kunjungan tersebut diterima langsung Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Sulbar Muhammad Idris, yang juga Sekprov Sulbar.

Pertemuan ini dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulbar, Bujaeramy Hassan, Sekretaris BKD Sulbar, Suhamta, dan Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian BKD Sulbar, Mirwan. Pokok bahasan utama adalah program kegiatan Pengurus Korpri Sulbar untuk tahun 2024.

Baca Juga  Biro Hukum Laksanakan Sosialisasi Hukum terkait Peran Kuasa Hukum dalam Penanganan Perkara di Lingkup Pemprov Sulbar

Selama pertemuan, Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Sulbar Muhammad Idris, memaparkan program kegiatan yang direncanakan untuk tahun 2024, termasuk partisipasi dalam MTQ VI Korpri Tingkat Nasional di Palangkaraya, pelaksanaan POR Korpri dalam rangka HUT ke-58 Korpri Sulbar, dan kegiatan pelayanan umum bagi anggota Korpri.

Baca Juga  Penyegaran Birokrasi Sulbar: Gubernur Lantik 39 Pejabat Baru, Tekankan Peningkatan Produktivitas

Terkait kegiatan pelayanan umum bagi anggota Korpri, Dewan Pengurus Korpri Sulbar sedang dalam tahap pendirian Koperasi Korpri Sulbar, yang nantinya koperasi ini diharapkan dapat berkontribusi besar bagi pengembangan organisasi Korpri secara mandiri.

Selanjutnya, dalam arahan Mantan Kepala BKN Pusat Arya Bima, menyampaikan tentang peran strategi Korpri yang beranggotakan 4,5 juta jiwa menjadi penyambung tali bagi persatuan dan kesatuan bangsa. 

Baca Juga  Kominfo Sulbar Genjot Pemenuhan Data Sektoral, Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia.

“Korpri saat ini belum diperkuat dengan regulasi kelembagaan dalam bentuk Peraturan Pemerintah. Salah satu akibat dari kondisi ini menjadikan Korpri bertumpu pada anggaran hibah dalam mendukung pelaksanaan program kegiatannya,” kata Arya Bima. 

Oleh karena itu, lanjutnya, organisasi yang besar itu diharapkan mampu berfikir kreatif dan inovatif untuk membangun kemandirian organisasi. (ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *