Pihak keluarga yang diwakili istri korban, Farida, bersama Kepala Desa Paku, Syarifuddin, menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka dan rencananya dimakamkan di pekuburan keluarga di Dusun Passubbe.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui baru kembali dari Kalimantan sekitar tiga bulan lalu. Sejak itu, perilakunya berubah dan sempat mengalami halusinasi hingga menjalani pengobatan tradisional. Ia juga diduga terindikasi mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Meski demikian, situasi di lokasi kejadian tetap aman dan kondusif.












