DAERAH  

Perketat Pengawasan Pengunjung, RSUD Sulbar Ajak Keluarga Pasien Ciptakan Rasa Aman

RSUD Sulbar Ajak Keluarga Pasien Ciptakan Rasa Aman

MAMUJU — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat memperketat pengawasan keamanan di lingkungan rumah sakit demi menjamin keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban pasien, keluarga, pengunjung, hingga para tenaga kesehatan. Langkah penguatan ini ditempuh lewat optimalisasi kamera pengawas (CCTV), patroli berkala petugas, pengawasan akses keluar-masuk, serta penyempurnaan mekanisme pelaporan kejadian.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat Panca Daya yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Lingkungan rumah sakit yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan kesehatan berkualitas.

Baca Juga  Gerak Cepat Tindak Lanjuti Arahan Gubernur, BPKAD Sulbar Matangkan Persiapan Pembayaran THR dan Gaji ke-13 PPPK Penuh Waktu

Dalam pelaksanaannya, RSUD Sulbar menyiagakan total 18 petugas keamanan dan 4 orang pengawas. Setiap harinya,sebanyak 8 personel diturunkan secara bergiliran—terdiri dari 6 petugas keamanan dan 2 pengawas—untuk menjaga titik-titik vital.

Penempatan personel harian ini mencakup 2 petugas di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD), 2 petugas di lobi utama, 1 petugas di pintu belakang, serta 1 petugas khusus di area perawatan isolasi. Adapun 2 pengawas memantau langsung kinerja di lapangan agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi dan direspon secara cepat.

Tak hanya mengandalkan personel fisik, sistem pengamanan digital juga diperkuat melalui sebaran CCTV di lokasi-lokasi strategis. Kamera pemantau disiagakan mulai dari area pelayanan seperti poli saraf, poli ortopedi, unit rehabilitasi medik,laboratorium, hingga nurse station dan koridor rawat inap di Lantai 2, 3, 4, dan 5.

Baca Juga  Bayar Pajak Sambil Belanja, Samsat Keliling UPTD Pajak Majene Rutin Layani Warga di Pasar Pellattoang

Selain itu, pemantauan melalui sistem SPC juga mencakup area akses umum dan operasional internal, seperti pintu kepegawaian, area perencanaan, gedung lama, apotek rawat jalan, rekam medik, area IGD, hingga seluruh kawasan parkir.Keberadaan jaringan pemantau ini mempermudah petugas dalam melacak segala bentuk aktivitas mencurigakan.

Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, menegaskan bahwa keamanan pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan seluruh petugas merupakan bagian penting dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas.

Baca Juga  Sekretaris Dinsos P3A dan PMD Sulbar Tekankan Pentingnya Validitas Data dalam Penanganan ATS di Daerah

Untuk mewujudkan lingkungan yang betul-betul aman, pihak manajemen mengimbau pengunjung dan keluarga pasien ikut menjaga ketertiban umum serta senantiasa memperhatikan barang bawaan masing-masing. Masyarakat diminta tak ragu melapor kepada petugas jaga atau kanal pengaduan resmi rumah sakit jika menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Melalui sinergi personel keamanan, sistem pemantauan terpadu, serta evaluasi berkala, RSUD Sulbar berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang tak hanya berkualitas, namun juga aman dan responsif bagi seluruh masyarakat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *