
MAJENE, SULBAR99NEWS.COM—PT Pertamina mengurangi kuota pertalite subsidi di Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Senin (16/10/2023) dari sebelumnya 24-16 ribu liter per hari kini menjadi hanya 8 ribu liter.
Akibat pengurangan jatah penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite, omzet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dipastikan menurun. Sementara itu sejumlah nelayan di Kelurahan Rangas mengeluhkan pengurangan jatah BBM tersebut.
Salah satu petugas SPBU di Kelurahan Rangas, mengaku, sejak beberapa hari ini jatah pertalite untuk dijualnya berkurang. “Biasanya kami bisa DO (delivery order) 16 sampai 24 ribu kl, tapi sekarang hanya bisa 8 ribu kl,” sebutnya.
Menurutnya, pengurangan subsidi pertalite ini berdampak terhadap sektor perekonomian masyarakat. Salah satunya, para nelayan yang kesulitan untuk melaut karena keterbatasan stok BBM,”Dengan adanya pengurangan stok ini tentunya jatah para nelayan juga dikurangi, sebelumnya 50 liter, sekarang berkurang jadi 20 liter,” terangnya.
Sementara itu salah seorang neayan asal Kelurahan Rangas, Muhammad ditemui di SPBU, Senin (16/10/2023) mengaku, beberapa hari ini jatah bbm jenis pertalite berkurang di SPBU Rangas, Akibatnya, sejumlah nelayan di Rangas tidak bisa maksimal melakukan penangkapan ikan, sehingga hasil tangkapan menjadi sangat minim.
‘’Kami tidak berani berlayar untuk mencari lokasi tangkapan ikan dengan radius yang jauh, dan tidak berani terlalu lama berada di tengah laut, takutnya kekurangan BBM untuk perahu motor kami, karena stok BBM yang ada sangat terbatas, akibatnya tangkapan ikan juga minim dan penghasilan juga berkurang,’’ kata Muhammad.(Ali).












