MAJENE  

Puluhan Mahasiswa Keperawatan Stikmar Majene Minta Copot Ketua Pengurus Yayasan Marendeng Majene

SULBAR99NEWS.ID, MAJENE – Puluhan mahasiswa Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Marendeng (Stikmar) Kabupaten Majene Sulawesi Barat, melakukan aksi unjuk rasa dan meminta agar ketua Pengurus Yayasan kampus itu segera dicopot.

Para mahasiswa ini mendatangi kampus mereka dengan membentangkan spanduk penolakan ketua pengurus Yayasan Stikmar Majene, Kamis, 24/7/2024.

Mahasiswa menolak keberadaan ketua pengurus Yayasan lantaran dinilai telah berumur lansia, 79 tahun. atau sudah melampaui batas pensiunan. “Kampus kami dalam kondisi tak baik baik saja. Kami minta agar ketua Yayasan memilih mundur dari pada dimundurkan secara paksa,’ kata Koordinator Aksi Himpunan Mahasiswa Stikmar Majene, Try Arianto dalam orasinya.

Baca Juga  Diduga Karena Ini, Nelayan di Paleo Tobandaq Nekat Akhiri Hidupnya dengan Tali

Try menyampaikan, beberapa keputusan kontroversial dilakukan ketua Pengurus Yayasan dengan memberhentikan Ketua Stikmar tanpa meminta pertimbangan dari pembina Yayasan dalam hal ini pak Bupati Majene.

Tak hanya itu beberapa kali Ketua Pengurus Yayasan yang dijabat oleh Arifuddin Katta tersebut selama menjabat sebagai Ketua Pengurus Yayasan selama tiga periode itu seringkali memberhentikan staf/tendik, driver, dan dosen tanpa ada pemberian surat peringatan terlebih dahulu, ungkap Try.

Baca Juga  Adi Ahsan Tegaskan, Jabatan Plt Kadis Pendidikan Majene Sudah Kadaluarsa: Jangan Sampai Ada Pembiaran

Terkhusus kekhawatiran dan keresahan mahasiswa adalah ketika dosen diberhentikan maka akan berdampak terhadap rasio dosen dan mahasiswa yang berujung pada status akreditasi program studi nantinya, ungkap Try.

Baca Juga  KPU Kabupaten Majene Gelar Rapat Koordinasi Pendistribusian Logistik Pemilu Tahun 2024

Keputusan kontroversial ini kadang dilakukan kata dia, akibat diitengarai yang bersangkutan telah vikun dengan usia yang sudah memasuki usia 79 tahun.

Karena itu kata dia, demi stabilitas proses perkuliahan maka pihak Kampus didesak untuk menyerahkan sepenuhnya kembali kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Majene sebagai unsur Pembina dalam menentukan Pengurus Yayasan yang baru demi menyelematkan kampus kesehatan yang ada di Kabupaten Majene ini.

(Indra Saputra)

Editor: Indra Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *