MAJENE, SULBAR99NEWS.COM–-Program kegiatan sejumlah pelatihan senilai Rp 2 miliar lebih pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menjadi sorotan dan menuai kritik. Sebelum kegiatan pelatihan dilaksanakan, ada sejumlah pelatihan jadi sorotan.
Dirangkum Sulbar99news.com, Minggu (17/9/2023), program pelatihan yang jadi sorotan itu antara lain pelatihan ma’gasing, pelatihan pencak silat, pelatihan membuat bosara, pelatihan meracik kopi milenial dan pelatihan pembuatan kue tar hingga pelatihan memandikan jenazah.
Meski banyak menuai sorotan dari berbagai kalangan, namun kegiatan pelatihan tetap berjalan lancar. Pasalnya, dari pantauan di beberapa tempat kegiatan pelatihan masih dilaksanakan. Kegiatan yang melibatkan beberapa perwakilan pemuda itu dinilai sebagai suatu pemborosan saja.

Bahkan diduga sejumlah item pelatihan melibatkan Plt Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Majene. Kegiatan yang digelar di sejumlah Hotel dan Penginapan itu tidak efisien dan akan memakan biaya yang tidak sedikit.
“Daripada buang-buang anggaran yang tidak ada manfaatnya, kan lebih baik digunakan untuk para korban bencana yang sampai saat ini masih ada di pengungsian di wilayah Ulumanda dan Malunda,” ungkap salah seorang warga Malunda.
Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah Kasubid pendapatan transfer dan pengelolaan kas umum daerah, Asri mengungkapkan, untuk dana pelatihan yang sudah dicairkan melalui bank pembangunan daerah cabang Majene mencapai 1 miliar lebih,
”Kalau anggaran pelatihan itu bersumber dari DAU Emark, soal jumlah yang sudah dicairkan saya tidak hafal, yang pastinya sudah lebih Rp 1 miliar,” ungkap Asri.(Ali).












