MAJENE, SULBAR99NEWS.ID–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Majene, Sulawesi Barat tengah melakukan penelusuran adanya dugaan pelanggaran netralitas seorang oknum Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK).
Penelusuran ini dilakukan setelah oknum ASN PPPK di lingkup Pemerintah Kabupatn Majene inisial S yang juga merupakan kepala lingkungan tersebut diduga tidak netral dalam Pilkada Majene 2024.
Oknum S menjalani pemeriksaan selama beberapa jam di kantor Bawaslu Majene, setelah memenuhi undangan Bawaslu Majene, pada Senin (1/10/2024).
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Majene, Edyatma Jawi mengatakan, sebelumnya pihak Bawaslu mendapatkan informasi serta mencemati perkembangan di media sosial.
Oknum S tersebut juga diduga telah melakukan intimidasi terhadap warganya untuk mendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Majene di pilkada 2024.
“Dalam hal ini, setelah proses penelusuran dan pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan itu kita undang ke Bawaslu yaitu oknum ASN PPPK, kemudian warga juga yang dalam informasi mengaku mendapatkan intimidasi terkait pilihan di Pilkada,” kata Edyatma Jawi.
Edyatma juga mengatakan, Setelah dimintai keterangan, selanjutnya Bawaslu akan mengkaji keterangan dan bukti yang telah diperoleh selanjutnya dituangkan dalam LHP. Setelah Laporan Hasil Pengawasan (LHP) rampung, pihak Bawaslu Majene akan meneruskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kalau itu pelanggaran netralitas, tentunya Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi. Kita hanya akan merampungkan LHP dan selanjutnya meneruskannya ke BKN. Tapi kalau ini adalah dugaan pelanggaran pemilihan, itu akan dijadikan temuan dan diregister oleh Bawaslu Majene,” ujar Edyatma.
Edyatma menambahkan, bahwa Bawaslu Majene juga mengimbau kepada seluruh ASN, TNI-Polri dan profesi lainnya yang dilarang terlibat politik praktis untuk netral dalam Pilkada Majene 2024,” Hal ini bertujuan guna mewujudkan Pilkada Majene 2024 yang berlangsungm jujur, damai dan tanpa kecurangan,” pungkasnya.(Ali).













