Tak lama setelah itu, seorang saksi mata, Ulfa (50), yang merupakan seorang ibu rumah tangga, mendatangi lokasi dan melihat korban sedang berendam di pinggir pantai. Saksi sempat kembali ke pos petugas sambil menunggu korban selesai berendam.
Namun, sekitar tujuh menit kemudian, saat kembali mengecek, saksi melihat korban dalam posisi kepala terendam air. Awalnya saksi mengira korban masih berendam, namun setelah didekati, korban ditemukan sudah mengapung.
Ulfa lantas meminta pertolongan warga sekitar untuk mengangkat korban ke daratan. Sayangnya, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Keterangan keluarga korban, yakni Ika dan Linda yang merupakan kemenakan almarhum, mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung, gula, serta gangguan pencernaan. Diduga korban bermaksud melakukan terapi kesehatan dengan berendam di laut.
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kondisi korban ditemukan di kedalaman air hanya setinggi lutut orang dewasa,” ungkap Iptu Edi Jatmika
Petugas yang tiba di lokasi kejadian langsun mengevakuasi korban. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya bercak lebam kebiruan di tubuh korban. Atas permintaan keluarga, jenazah langsung dibawa ke kediaman orang tua korban di Lingkungan Timbo-Timbo, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, untuk disemayamkan.













