MAJENE, SULBAR.99NEWS.ID—Balai Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Barat melakukan pengujian sample takjil dan nakanan yang dijual untuk berbuka puasa, guna mencegah penggunaan bahan berbahaya, Rabu (20/3/2024).
Kepala BPOM Sulawsi Barat, Suliyanto mengatakan, petugas BPOM bersama Forkopinda Majene mengambil sample dua lokasi pusat penjualan takjil ramadhan, yaitu Pusat Pertokoan dan kawasan Pasar Sentral Majene.
“Dalam pengujian itu, petugas mengambil sebanyak 25 sampel makanan dan minuman yang dijual secara acak untuk diperiksa kandungan di dalamnya. Kegiatan ini BPOM Sulbar bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Majene,” kata Suliyanto kepada wartawan.

Manurut Suliyanto, dari beberapa yang diuji adalah makanan dan minuman berwarna olahan ikan, dan beberapa jajanan lainnya,”Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan cepat yang dilakukan petugas BPOM Sulbar tidak ditemukan makanan atau minuman yang berbahaya, artinya masyarakat Majene bisa mengkonsumsi takjil,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Majene, Andi Achmad Syukri yang turut hadir melakukan pemeriksaan mengatakan, bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas BPOM di dua lokasi, tidak ditemukan adanya kandungan zat berbahaya dalam penganan dan takjil berbuka.
“Tujuan dari pemeriksaan ini untuk memastikan penganan takjil yang dijual tak ada penggunaan bahan berbaya. Alhamdulillah dari hasil pengujian, dari 25 sample yang diuji, semuanya tidak mengandung bahan berbahaya di dalamnya,” sebutnya.(Ali).













