SULBAR99NEWS.COM, MAJENE – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Pemberdayaan Desa Binaan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) terus mendorong pengembangan usaha ikan terbang (tuing-tuing) di Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Kali ini Tim Dosen Unsulbar memperkenalkan inovasi alat pengeringan ikan tuing-tuing berbasis solar dryer, Ketua Pemberdayaan Desa Binaan, Muhammad Nur mengatakan, alat pengeringan tersebut untuk industri rumahan yang ekonomis dan higienis.
“Pengeringan solar dryer memanfaatkan energi surya digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan sinar matahari dalam proses pengeringan, dengan cara mengkonversi sinar matahari menjadi energi panas yang dilakukan dengan menggunakan suatu alat pengumpul/kolektor panas,” kata Muhammad Nur, Minggu 27 Agustus 2023.
Konstruksi bangunan alat pengering, kata Muhammad Nur, terbilang sederhana, mudah dibuat dan tidak menggunakan listrik sehingga ramah lingkungan, biaya pembuatan yang murah dan membuat kualitas ikan tuing-tuing kering terjamin dan higienis karena mengurangi kontaminasi dari udara langsung.

“Produk yang dihasilnya lebih awet, rasa khas dan kenampakan produk lebih menarik,” jelas Nur.
Seorang dosen teknologi pengolaha hasil perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas), Fahrul berharap kepada pengusaha ikan tuing-tuing kering untuk memperhatikan Standar Operating Prosedur (SOP) dan Standar Sanitation Operational Prosedur(SSOP), hal ini penting dilakukan agar produk ikan tuing-tuing kering yang dihasilkan lebih berkualitas.
“Langkah-langkah dalam pengolahan ikan kering sesuai SOP antara lain yaitu pemilihan bahan baku ikan yang segar, proses pencucian dengan baik, penggaraman, pengeringan dan pengemasan, hal ini bertujuan agar produk yang dihasilkan berkualitas dan bernilai jual tinggi,” harap Fahrul.
Dalam mengelola usaha ikan tuing-tuing kering, diperlukan manajemen usaha terkait analisa keuangan, hal ini bertujuan untuk mengatur kondisi usaha, pemasukan dan pengeluaran usaha.
“Untung rugi usaha tercatat sehingga pendapatan usaha dapat terkelola dengan baik,” kata Dosen Ekonomi Unsulbar, Wulan Ayuandiani.
Pengembangan berbagai inovasi tepat guna untuk usaha ikan tuing-tuing di Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana ini diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan, langkah ini bertujuan untuk membantu Kelurahan Mosso menjadi sentra pengolahan ikan terbang yang maju dan membantu masyarakat meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas produk.
(Indra Saputra)












