MAJENE, Sulbar99news.id—Salah seorang calon Jamaah Haji (CJH), Candra Kusuma calon asal Desa Palipi Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat melakukan protes dan mendatangi kantor Kemenag setempat.
Kedatangan Candra ke kantor Kemenag, karena gagal berangkat ke tanh suci untuk mendampingi orang tuanya, karena data yang disampaikan ke panitia pemberangkatan calon jamaah haji tidak diinput dalam daftar pendampingan, padahal jauh sebelumnya data tersebut sudah diserahkan ke petugas pelayanan haji Kemenag Majene untuk diinput.
“Yang bikin kecewa karena data saya tidak diinput oleh petugas, padahal itu berkas diterima langsung kepala Seksi Haji dan Umrah, namun informasi terakhir setelah dicek nama saya tidak ada di daftar,” ungkap Candra, kepada wartawan, Jumat (11/4/2025) di kantor Kemenang Majene.
Candra menceritakan, bahwa ia mendaftar sejak tahun 2014, namun karena ada kebijakan penggabungan mahrom dan pendampingan lansia pada penyelenggaraan haji sesuai dengan petunjuk teknis ia pun memasukkan permohonan untuk mendampingi orang tuanya.
“Karena ada kebijakan itu, makanya saya memasukkan permohonan untuk mendampingi orang tua, untuk kategori penggabungan sesuai petunjuk, bahkan saya lah pendaftar yang pertama, namun setelah dicek kenapa nama tidak ada, apa karena saya tidak membayar,” cetus Candra.
Ia juga berharap kepada pihak panitia haji dan umroh di kantor Kemenag Majene agar bekerja secara prfesional, agar kedepannya tidak terjadi lagi seperti yang ia alami, karena kelalaian panitia sehingga gagal berangkat,
“Kami berharap persoalan ini tidak terjadi lagi, kemudian ditanya juga jika perlu dihadirkan semua yang namanya masuk ke dalam daftar pendampingan, apakah betul ada pembayaran atau tidak,” tandasnya.
Sementara itu, kepala seksi Haji dan Umrah kantor Kemenag Majene, Muslim mengakui, bahwa kegagalannya telah terjadi, namun itu bukan karena faktor kesengajaan dari petugas teknis pendaftaran haji dan umrah.
“Kami memang akui lupa dan lalai, mohon maaf kepada pak Candra, namun demikian terkait dengan masalah pendaftaran pendampingan ini semua informasi sesuai prosedur, kemudian jika ada ada sistem bayar itu tidak benar, tidak ada itu kalau misalnya ragu nanti kita hadirkan yang masuk dia, kita adakan pertemuan nanti, undang untuk wartawan,” ujar Muslim.(Ali).












