MAJENE, SULBAR99NEWS.ID–Menjelang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, NCW Indonesia Timur, Anwar Hakim memprediksi potensi penyalahgunaan kekuasaan paling memungkinkan terjadi dilakukan petahana terhadap ASN.
Menurut Anwar ada beberapa indikator yang menjadikan terjadi kerawan adanya intervensi ANS oleh bakal calon Petahana. Keikutsertaan petahana dalam Pilkada serentak ini dinilai Anwar akan memungkinkan melakukan tekanan terhadap ASN.
“Salah satu indikator berkaitan dengan petahana atau keluarga petahana, lantaran mereka memiliki kekuatan yang menggerakkan di bawah, meskipun petahana berstatus cuti, namun incumbent masih mempunyai potensi untuk mengarahkan setiap ASN bawahannya,” ucap Anwar.
Ia menegaskan, Kendati cuti, namun petahanan berpotensi dapat memobilisasi ASN maupun kepala Desa, apalagi anak istri petahana atau istri petahana itu memiliki potensi juga sehingga Anwar anggap potensi.
”Namun hal tersebut bukan berarti kita anggap ini melanggar, itu belum tentu, tapi kita anggap punya potensi karena punya kekuatan, ada ruang kekuasaan untuk bisa menggerakkan, bisa melalui anggaran atau jabatan,” urainya.
Meskipun tahapan kampanye Pilkada Serentak belum berjalan, namun lanjut Anwar ditengarai telah ada yang terdeteksi telah melakukan pelanggaran netralitas ASN, termasuk beberapa kepala Desa.
“Belum pencalonan, sudah mulai terdeteksi ada pelanggaran netralitas ASN sehingga menjadi ruang untuk memitigasi, olehnya itu kami berharap Bawaslu bisa menggalang stakeholder yang bisa diajak bekerja sama untuk meminimalisir pelanggaran,” pungkasnya.(Ali).













