MAJENE, SULBAR99NEWS.ID—Jelang hari pencoblosan yang sisa beberapa hari lagi masyakarat harus ikut mengawasi potensi kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.
Penyelenggara Pilkada serentak 2024 pun juga diminta bertugas sesuai dengan aturan perundang-undangan dan tidak ‘Cawe-Cawe’ atau memihak ke salah satu pasangan calon.
Pemerhati Pilkada 2024 yang juga penggiat Anti Korupsi NCW, Anwar Hakim, tak menampik intervensi penyelengara Pilkada bisa saja terjadi, karena ada peluang untuk memihak ke kandidat tertentu.
Sehingga diharapkan kepada para komisioner KPU, Bawaslu, TNI-POLRI hingga unsur pemerintah daerah, utamanya instansi terkait diharapkan tidak terlibat dalam kubangan itu. Menurut Anwar, isu itu muncul pasti ada beberapa gelagat di lapangan yang dianggap mencurigakan.
“Kita patut menjadi kekhawatiran bersama, utamanya masyarakat Majene apalagi disaat-saat menjelang hari pencoblosan Olehnya itu kami berharap netralitas dari penyelengara Pilkada, baik KPU, Bawaslu, TNI-POLRI hingga Pemerintah terkait karena selalu saja jadi isu-isu miring di momentum politik,” kata Anwar, Jumat (22/11/2024).
Anwar juga menyampaikan, agar masyarakat tetap waspada dengan siasat kecurangan pada pilkada 2024. Para penyelenggara pilkada diharapkan agar tidak berpihak kepada kandidat Paslon tertentu. Sebab Masyakarat akan menuntut jika terjadi kecurangan.
“Harus saling mengingatkan dan menjunjung tinggi netralitas. Tidak ada keberpihakan terhadap siapapun, jangan “Cawe-Cawe” termasuk para ASN dan para kepala desa yang nota bene diantara mereka diduga ada kedekatan langsung dengan salah satu paslon, karena kapan ikut maka publik akan mengikuti dan mengawasi,” tegasnya.(Ali)












