Sambangi Maliaya, Anggota DPRD Sulbar Dalif Arsyad Serap Aspirasi

MAJENE, Seperti sebelumnya, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, M. Dalif Arsyad melanjutkan kunjungannya, Sabtu, (03/06/2023). Di kesempatan reses kali ini, Desa Maliaya menjadi tempat akhir dari sejumlah gelaran yang dituju.

Rutinitas kegiatan DPRD itu dilakukan tidak lain untuk mendengar serta menyerap aspirasi dari bawah sebagai perwujudan masyarakat secara umum.

Kegiatan teragenda itu mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat. Terlihat sejumlah kalangan hadir dalam pertemuan itu. Diantara yang hadir, Kepala Desa maliaya, ketua BPD, sekertaris desa, tokoh masyarakat, pemerhati pemuda, kelompok UMKM, majelis taqlim, serta puluhan masyarakat yang antusias ikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga  Dukung Tata Kelola Akuntabel, Biro Organisasi Setda Sulbar Pertanggungjawabkan Kinerja dan Serapan APBD 2025 di Hadapan DPRD

Anggota Banggar DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Dalif Arsyad, menyampaikan tujuan reses atau kunjungan kerja dilakukan guna menampung dan menyusun serta memfinalisasi sarana kebutuhan masyarakat.

“Reses dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Tujuan reses sendiri adalah menyerap aspirasi yang ada di masyarakat sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No.23, bahwa, anggota DPRD merupakan representasi masyarakat. Karena itu, wajib memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakilinya,” imbuh Dalif.

Kemudian kata Dia, kegiatan reses tahap ll pada masa persidangan ketiga tahun 2023 yang sementara berjalan serapannya nanti pada APBD tahun 2025 mendatang.

Baca Juga  Pimpinan DPRD Sulbar Hadiri Silaturrahmi dan Buka Puasa Bersama KAHMI di Mamuju

“ Kenapa kita bahas APBD 2025, karena usulan yang akan kita masukkan itu di APBD 2025 bukan di APBD 2024, sebab APBD 2024 tahun depan sudah final diakhir maret lalu,” sebut Dalif.

Dirinya juga mengurai proses panjang tahapan pengimputan dilalui.

” Pertama usulan itu di validasi oleh Bappeda, setelah itu di bawah ke Dinas Dinas untuk ferivikasi, kemudian berlanjut ke forum SKPD guna di ferivikasi kembali. Setelah selesai giliran TAPD akan meramu bersama Bappeda, keuangan dan instansi teknis yang terkait, setelahnya di serahkan ke DPRD. Di sanalah dibahas bersama TPAD dengan Badan Anggaran DPRD. Itulah pekerjaan kita sebenarnya,” sebut Dalif sangat rinci.

Baca Juga  Dorong Peningkatan PAD Mamuju Tengah, DPRD Sulbar dan Mateng Kolaborasi Perkuat Pengawasan

Sementara, masyarakat secara bergantian menyampaikan usulan dalam pertemuan itu. Mulai, peningkatan jalan, irigasi, abrasi pantai, UMKM, olah raga, majelis taqlim, bantuan ternak, alat tangkap bagi nelayan, juga lapangan kerja, terlebih dana stimulan masyarakat korban gempa masih menjadi prioritas utama.

Menyinggung usulan yang di sampaikan masyarakat, ketua Fraksi Kebangkitan Nasional ini berjanji akan maksimal pada pembahasan nanti.

” sepanjang menjadi tanggung jawab DPRD provinsi itu akan di upayakan terakomodir di tahun anggaran 2025,” sebut Dalif meyakinkan. (Satriawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *