MAJENE  

Jalan Protokol di Kelurahan Lembang Jadi Langganan Banjir Saat Hujan Deras

Banjir Ruas Jalan Protokol Depan SPBU Kelurahan Lembang

MAJENE, SULBAR.99NEWS.ID—Diguyur hujan deras selama satu jam, mengakibatkan  jalan protokol di Lingkungan Lembang, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur terendam banjir setinggi 30 centi meter, Kamis malam (30/5/2024).

Selain merendam ruas jalan trans Sulawesi,  di depan SPBU Lembang, banjir juga menggenangi sejumlah  rumah dan toko, akibatnya arus lalulintas terhambat, sejumlah kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraannya, bahkan beberapa kendaraan mengalami mogok saat memaksa melintas.

Hamzah,   warga Kelurahan Lembang mengatakan, banjir terjadi akibat saluran drainase yang sempit sehingga tidak dapat menampung air,  akibatnya air meluap masuk kedalam rumah warga dan menggenangi ruas jalan protokol.

“Sebenarnya hujan tidak terlalu lama, hanya saja saluran drainase yang buruk, sehingga tidak dapat menampung air, akhirnya air meluap dan masuk ke dalam rumah warga, akhirnya mengganggu aktivitas warga, beberapa kendaraan yang melintas juga mogok ditengah jalan,” kata Hamzah

Baca Juga  BRI Cabang Majene Teken MoU Dengan Unsulbar

Menurut Hamzah, akibat hujan deras ada sejumlah rumah yang tempatnya rendah yang selalu terkena dampak banjir dengan ketinggian mencapai 30 centimeter, termasuk gedung rektorat Unsulbar juga digenangi air setinggi 30 centi meter.

Baca Juga  Bupati Majene Hadiri Sarasehan Nasional BPIP: Perkuat Pancasila di Tengah Dinamika Geopolitik Global

 “Setiap hujan turun  warga disekitar selalu merasakan banjir, apalagi saluran drainase juga sempit dan buruk, kondisi begini sudah lama sebenarnya,  apalagi jalan yang disamping rektorat Unsulbar yang sering dilewati para mahasiswa tidak dapat lagi dilalui kendaraan kalau lagi banjir,” ujar Hamzah.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya Rahman, banjir langganan di ruas jalan depan SPBU Lembang ini sudah sering dikeluhkan warga yang  punya usaha karena took sepi akibat ada genangan air di jalan. Bahkan beberapa pemilik toko yang lebih memilih  tutup lebih awal.

Baca Juga  Musik Sayang-sayang di Majene Dikenalkan ke Siswa SMA, Libatkan BPK dan Disbudpar

“Ironisnya masalah banjir ini sebenanrnya sudah kerap terjadi. Namun pemerintah setempat diam menanggapinya. Banjir ini selalu dikeluhkan pengendara yang lewat kala banjir melanda. Kami berharap pemerintah Majene atau pemerintah Provinsi agar peduli dengan kondisi yang seperti ini, karena sudah bertahun-tahun tetapi belum juga diperbaiki pemerintah,” ungkap Rahman.(Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *