DAERAH  

Mengurai Optimisme BRIN: Menjadikan Potensi Geologi Mamuju sebagai Lokomotif Masa Depan​

Oleh: Muhammad Yusuf, SH., MH.

(Alumni Hipermaju)​

Pernyataan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria, yang menempatkan Kabupaten Mamuju sebagai kawasan strategis berpotensi menjadi “kota masa depan” Indonesia tentu bukan sekadar gimik verbal atau angin segar tanpa dasar. Penilaian tersebut berpijak pada fakta ilmiah: Mamuju memiliki kekayaan geologi yang sangat unik, mulai dari potensi Logam Tanah Jarang (rare earth elements) yang menjadi komoditas vital industri teknologi tinggi masa depan, hingga karakteristik radiasi alamnya yang menempatkan daerah ini sebagai laboratorium riset rujukan nasional.

​Namun, pengakuan ilmiah ini tidak boleh berhenti sebagai wacana di atas kertas atau sekadar kebanggaan kolektif belaka. Predikat “kota masa depan” baru akan mewujud menjadi nilai tambah substantif jika mampu diterjemahkan menjadi kebijakan publik berbasis bukti (evidence-based policy), program kerja yang terukur, serta sinergi lintas sektor yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Di sinilah letak tantangan sekaligus peluang terbesar kita.

​Menatap Potensi Strategis Mamuju​Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat sekaligus kawasan penyangga strategis bagi Ibu Kota Nusantara (IKN), Mamuju berada pada posisi geopolitik dan ekonomi yang sangat menguntungkan. Letak geografisnya di pesisir Selat Makassar memberi keunggulan komparatif di sektor maritim, perikanan, logistik, dan pariwisata bahari melalui keindahan Teluk Manakarra.​

Baca Juga  Polda dan Pemprov Sulbar Perkuat Sinergi Percepatan Eliminasi TBC

Di sisi lain, kekayaan struktur geologi Mamuju—termasuk kandungan mineral kritis dan karakteristik radiasi alamnya—memberikan dimensi baru dalam peta riset dan investasi nasional.Pemanfaatan data sains secara transparan, terukur, dan teredukasi dengan baik justru akan mengubah karakteristik alam ini dari tantangan menjadi aset pembangunan yang bernilai tinggi, baik di bidang kesehatan, energi, maupun pengembangan ilmu pengetahuan.

Menghubungkan Riset BRIN dan Visi Pemkab Mamuju
​Gagasan besar dari BRIN ini menemukan ruang artikulasinya yang paling pas ketika diintegrasikan dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Mamuju. Di bawah kepemimpinan Bupati Hj. St. Sutinah Suhardi, Pemkab Mamuju terus memacu visi “Mamuju Keren” sebuah komitmen untuk menghadirkan daerah yang kreatif, edukatif, ramah, energik, dan nyaman bagi warganya.


​Langkah responsif Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju dalam membangun kolaborasi resmi bersama BRIN, termasuk rencana perumusan Memorandum of Understanding (MoU) riset dan pengembangan SDM, menunjukkan iktikad birokrasi yang adaptif dan berbasis data sains.


​Namun, agar akselerasi ini membuahkan hasil nyata, ada beberapa agenda krusial yang perlu kita kawal bersama.


pertama. Translasi Sains ke Kebijakan & Edukasi Publik: Data riset mengenai geologi dan radiasi alam harus dikomunikasikan secara transparan, lugas, dan inklusif agar tidak memicu misinformasi, melainkan menjadi landasan edukasi dan peningkatan kesadaran dan memacu mutu hidup masyarakat.

Baca Juga  Diskominfo Sulbar Dukung Penegakan Disiplin ASN, Dorong Budaya Kerja Profesional Berbasis Keteladanan


Kedua. Hilirisasi & Infrastruktur Produktif: Penguatan konektivitas pelabuhan, rantai dingin (cold chain) sektor perikanan, jaringan digital, serta kesiapan kawasan industri pendukung harus segera dipacu guna menyambut gelombang investasi.


Ketiga. Penguatan SDM Lokal: Pembangunan kota masa depan tidak sekadar menumpuk beton dan teknologi, melainkan mencetak manusia Mamuju yang adaptif, siap kerja, berdaya saing, dan menguasai literasi digital serta riset
​Seruan Aksi: Menyatukan Langkah Seluruh Elemen Masyarakat
​Seruan Aksi: Menyatukan Langkah Seluruh Elemen Masyarakat


​Pemerintah Daerah tidak dapat berjalan sendirian. Pengakuan dari lembaga setingkat BRIN dan komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju membutuhkan bahan bakar utama, dukungan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.


​Sudah saatnya kita menyatukan persepsi dan energi positif. Akademisi, pelaku usaha, pemuda, tokoh adat, media, hingga warga di lorong-lorong kota dan pesisir desa harus mengambil peran aktif.


Mendukung program pembangunan daerah bukan berarti meninggalkan sikap kritis, melainkan menyalurkannya lewat pemikiran konstruktif, menjaga kondusivitas iklim investasi, serta berpartisipasi langsung menjaga “Tampo Pembolongan” tanah kelahiran sebagai amanat bersama.

Baca Juga  Pajak Air Sawit Tak Sesuai Pemakaian, Gubernur Sulbar: Akan Kita Bereskan atau Berurusan dengan Hukum


​Langkah ini sejalan dengan tema Hari Jadi Mamuju ke-486 tahun ini: “Mamuju Marendeng”. Secara bahasa, Marendeng berarti tenteram, aman, damai, dan berkelanjutan. Falsafah luhur ini mencerminkan cita-cita kolektif untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera dan diberkahi.
​Filosofi ini hendaknya selalu menjadi pegangan bersama untuk menggapai harapan luhur: “Allo Campalogana to Mamuju Masannang Masagena” (Hari kebahagiaan bagi masyarakat Mamuju yang bahagia dan sejahtera).
Pembangunan sejati tidak hanya membuka akses jalan secara fisik, tetapi juga membuka pintu kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Bumi Manakarra tanpa terkecuali.


​Penutup
​Momentum peringatan HUT Mamuju ke-486 harus dijadikan panggung untuk meneguhkan kembali komitmen bersama. Predikat “kota masa depan” dari BRIN adalah peta jalannya (roadmap), visi “Mamuju Keren” adalah kompasnya, dan kerja keras seluruh masyarakat adalah mesin penggeraknya.
​Dengan memadukan potensi sains-geologi yang melimpah, kebijakan daerah yang akuntabel, serta semangat gotong royong, saya optimistis Mamuju tidak hanya siap menjadi kota masa depan yang maju dan berdaya saing, tetapi juga menjadi rumah yang aman, sejahtera, dan membanggakan bagi generasi hari ini dan masa depan.
​Mari kita rapatkan barisan, dukung langkah pemerintah daerah, dan wujudkan Mamuju Masa Depan secara nyata!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *