Pada jumat 21 maret 2025 sekitar pukul 02.30 wita pada saat ibu kandung korban Musliha hendak membangunkan korban Mu untuk sahur, Musliha tidak menemukan korban Mu di kasur dekat ruang tamu tempat korban biasa tidur sambil terus mencari ke kamar lain.
Musliha membuka tirai kamar belakang yang sudah dijadikan gudang disitulah, Musliha melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali di lehernya.
Musliha berteriak dan memanggil anaknya Sofyan dan setelah Sofyan datang bersama temannya kemudian Sofyan bersama temannya menurunkan korban Mu dengan cara memotong tali dengan pisau.
Ibu kandung korban, Musliha dalam keterangannya mengatakan, korban Mu baru sekitar 2 bulan tinggal di rumah sekembalinya dari bekerja di Siwa. “Almarhum kembali dikarenakan selesai melakukan operasi penyakit usus turun yang dideritanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Nasaruddin mengatakan, sekitar pukul 02.00 wita, dirinya mendengar teriakan ibu almarhum dan saksi bergegas berlari ke arah teriakan dan menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali.
Saat ditemukan, terdapat bekas lilitan tali pada leher, lidah menjulur keluar dan terdapat bercak darah yang sudah mengering pada bagian mulut sementara tubuh almarhum Sudah dalam keadaan kaku dan berwana ungu kebiruan dan sedikit berbau.
Keluarga korban tidak keberatan atas meninggalnya Mu dan membuat surat pernyataan tidak untuk divisum/Otopsi.
Keluarga juga meminta agar foto almarhum tidak disebarluaskan. (*)












