SULBAR99NEWS.COM, MAJENE – Krisis air atau dampak musim kemarau yang melanda lahan persawahan di Kabupaten Majene sepekan terakhir membuat 40 persen tanaman terancam gagal panen.
Hal itu disebabkan karena dampak cuaca yang sangat cerah dan tidak pernah hujan dalam sepekan terakhir, akibatnya lahan persawahan masyarakat menjadi kering.
Lokasi kawasan Food Estate yang seluas 157 hektar ini membudidayakan bawang merah, tomat, cabai rawit, lombok besar, tomat, pisang, jagung, kacang hijau dan kacang tanah, dan yang sangat terdampak kekeringan hingga gagal panen yaitu bawang merah dan tomat.
Burhan Usman salah seorang petani sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Food Estate di Kabupaten Majene mengaku sejak sepekan terakhir air tak mengaliri areal persawahan lagi, kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi petani karena lahan sawahnya kekeringan dan tanaman yang sudah mencapai umur akan mati dan gagal panen.
“Pasca musim kemarau sepekan terakhir air sangat susah didapatkan, jadi tanaman yang seharusnya sudah bisa dipanen akan mati akibat tidak teraliri oleh air, karena kebutuhan utama kami adalah air, kami juga berharap pemerintah Majene segera memberikan alat pompa air, karena ditempat ini ada sumber air, cuma untuk menaikkannya harus menggunakan pompa,” ujar Burhan.
Burhan juga menambahkan salah satu dampak kemarau panjang ini membuat pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, salah satunya bawang yang seharusnya sudah bisa dipanen dalam sisi umur kemungkinan tidak ada hasil.
Kelompok tani yang tergabung dalam bura’ balisa juga mengatakan sudah mengantisipasi sebagian tanaman dengan menyiramnya secara manual dan memiliki sedikit hasil dibanding dengan tanaman yang terdampak oleh musim kemarau ini.
(Indra Saputra)












