MAJENE  

Gegara TAPD Tak Hadir, Rapat Banggar DPRD Terpaksa Diskorsing

SULBAR99NEWS.COM, MAJENE – Rapat pembahasan anggaran antara  Banggar DPRD bersama TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) yang sedianya digelar pukul 14.00 Wita akhirnya ditunda, Selasa (28/11/2023).

Rapat sendiri sedianya dimulai sejak pukul 14.00 siang namun harus di skorsing hingga sore. Apesnya rapat yang kembali di buka sekira pukul 15.30 kembali diskorsing dengan alasan tidak Tim Anggaran Pemda Majene tidak hadir.

Rapat yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Majene, Adiahsan  tersebut yang membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2024 itu berlangsung di Ruang Sidang DPRD Majene. Dengan mengundang sejumlah kepala Kelurahan dari dua Kecamatan.

Baca Juga  Diduga Karena Ini, Nelayan di Paleo Tobandaq Nekat Akhiri Hidupnya dengan Tali

Penundaan rapat itu disampaikan Wakil Ketua II DPRD Majene Adiahsan usai menutup rapat, hanya dihadiri sejumlah anggota Banggar DPRD Majene.

Menurut Adiahsan, penundaan rapat ini karena pihak dari eksekutif, dalam hal ini Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang diwakili Staf Ahli Setda Majene bersama sejumlah Lurah yang diundang, hingga pukul 15.30 Wita belum ada yang datang.

“Rapat kita skorsing pukul 14.00 untuk menghadirkan TAPD melalui Staf Ahli, ini berdasarkan jadwal usulan tim anggaran pemda itu sendiri, makanya hari ini kita akan lanjut kecamatan,” ungkap Adiahsan, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga  Patut Dicontoh, Warga Deking Rayakan Pergantian Tahun dengan Dzikir dan Tausiah

Adiahsan menyampaikan, Dua kecamatan yang diundang hari ini yaitu, kecamatan Sendana dan Malunda dengan mengundang empat kepala Kelurahan yang mengelola Dau Eamark yang nilainya 200 juta.

“Kenapa kita mengundang, karena tim Banggar DPRD ingin mengetahui kemana arah pembangunannya dan kemana sasaran pembangunannya, agar bisa kita menlisik lebih jauh apakah itu program berdasarkan kepentingan publik atau tidak,” tandasnya.

Baca Juga  Kasatpol-PP Klarifikasi Masalah Linmas Yang Tak Memiliki Seragam Jelang Pencoblosan

Karena kata Adiahsan, pihaknya ingin mengarahkan kebutuhan-kebutuhan yang betul-betul prioritas yang dijadikan sasaran atau arah pembangunan melalui anggaran Dau Eamark di Kelurahan.

“Tapi hari ini mereka tidak hadir, hingga pukul 15.30. Dua hari ini pasca hingga sebelum tanggal 30, artinya sudah mepet waktu sehingga kenapa teman-teman DPRD tetap konsisten melakukan pembahasan, karena kita punya niat ini bisa transnormal dengan melahirkan peraturan daerah,” pungkasnya.(Ali).

Editor: Indra Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *