Gempa M 4.2 Guncang Polewali Mandar, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang

Gempa bumi
Ilustrasi Gempa Bumi. (Pixabay)

Mamuju – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menerima informasi dari BMKG Wilayah IV Makassar mengenai gempabumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4.2 yang dirasakan di Kabupaten Polewali Mandar, Jumat 17 Oktober 2025, pukul 17.32 WITA.

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 3.86° Lintang Selatan dan 118.70° Bujur Timur, atau di laut sekitar 75 kilometer barat daya Polewali Mandar, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini merupakan jenis gempabumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Makassar Strait.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Sulbar, Jumat 28 April 2023. Tiga Kabupaten Berpotensi Dilanda Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Getaran gempa dilaporkan dirasakan di wilayah Polewali Mandar dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity), di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk yang melintas. Hingga berita ini dirilis, tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. BMKG juga menyatakan belum terdeteksi aktivitas gempabumi susulan hingga pukul 19.38 WITA.

Baca Juga  BPBD Sulbar Terima Informasi Prakiraan Cuaca dari BMKG untuk Tanggal 21 Oktober 2025

BPBD Sulbar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan memeriksa kondisi rumah masing-masing. Warga dimastikan untuk memastikan keamanan struktur bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.

Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyatakan bahwa BPBD Sulbar terus berkoordinasi dengan BMKG, BPBD Kabupaten Polewali Mandar, dan unsur terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi.

Baca Juga  Karhutla Kembali Terjadi Di Kecamatan Pamboang, Sedikitnya 10 Hektar Lahan Terbakar

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak panik. BPBD Sulbar siap merespons cepat apabila ditemukan dampak lanjutan di lapangan. Ini juga menjadi bagian dari arahan Gubernur Sulbar, Bapak Suhardi Duka, agar seluruh unsur kebencanaan senantiasa siaga terhadap potensi bencana geologi di wilayah Sulbar,” ungkap Yasir Fattah. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *