MAJENE, SULBAR99NEWS.COM–Pemerintah Kabupaten Majene kembali melakukan refocusing terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2023 di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Majene.
Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Majene, Hasri, mengatakan, refocusing APBD tahun 2023 itu harus dilakukan, mengingat ada beberapa hal yang menjadi dampak terhadap kondisi APBD tahun 2023, sehingga harus dilaksanakan refocusing.
“Target refocuksing anggaran sebesar Rp.55 miliar, sementara sekarang baru Rp.32 miliar, jadi belum mencapai target, inilah yang akan kita bicarakan dengan DPRD nanti, anggaran dari manalagi agar bisa capai taget 55 miliar,” ungkap Hasri, Minggu (17/9/2023).
Hasri mengatakan, Seluruh anggaran pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada dilingkungan Pemkab Majene ini akan di refocusing, namun besarannya di setiap OPD tentu nanti akan menyesuaikan.
”Anggaran yang akan dilakukan refocusing itu cukup besar, dalam pelaksanaan refocusing itu ditargetkan selesai pada September bulan ini, sekaligus dibahas saat perubahan APBD tahun 2023. Anggaran yang dipangkas itu dari belanja PAD, termasuk anggaran kerjasama dengan media semua dipangkas,” ujarnya.
Sementara itu sejumlah kontraktor di Majene mengeluhkan, lantaran Pemerintah Kabupaten Majene masih berutang dalam sejumlah proyek pembangunan infrastruktur. Para kontraktor konstruksi mengaku geram karena pekerjaannya tahun lalu tak kunjung dibayar.
“Sudah lebih sembilan bulan ini para kontraktor belum dibayarkan Pemerintah Kabupaten Majene. Sejak November 2020 sampai sekarang belum juga ada kejelasan kapan kami dibayarkan,” keluh salah seorang kontraktor yang namanya tidak ingin disebutkan.
Ia menuturkan, seharusnya pembayaran dilakukan sesuai dengan mekanisme pembayaran yang telah disepakati. Seperti misalnya untuk proyek yang dibiayai dari APBD murni 2022 yang lalu, disepakati untuk dibayarkan dengan mekanisme atau sesuai kontrak yang telah ditanda tangani.
“Dengan kondisi yang seperti ini sekarang, banyak diantara rekan-rekan yang putus asa. Apalagi dana yang kami gunakan uang dipinjam. Kalau seperti ini bagaimana kami bisa hidup dan berkembang, mungkin juga teman-teman media langganan korannya juga belum terbayarkan,” ujarnya. (Ali).













