DAERAH  

Rakorda dan Silaturahmi, Pemkesra Sulbar: Ulama Memiliki Peran Penting Menjaga Kerukunan Umat

Rakorda dan Silaturahmi, Pemkesra Sulbar

MAMUJU – Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Makdum Ibrahim, mewakili Plt. Kepala Biro Pemkesra Murdanil, menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Silaturrahim Ulama yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama, pada Selasa (16/12/2025).

Kegiatan Rakorda dan Silaturrahim Ulama ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan para ulama dalam menjaga harmoni kehidupan beragama serta memperkokoh persatuan dan stabilitas sosial di Sulawesi Barat.

Baca Juga  DPMPTSP Sulbar Evaluasi Hambatan Penanaman Modal untuk Perkuat Iklim Investasi

Ini juga menjadi perhatian Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.

Selain itu, forum ini juga membahas berbagai isu keumatan dan peran ulama dalam mendukung program pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Mewakili Plt. Kepala Biro Pemkesra Murdanil, Makdum Ibrahim menyampaikan bahwa keterlibatan Biro Pemkesra dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menjalin komunikasi yang intensif dengan para tokoh agama dan ulama sebagai mitra strategis pemerintah.

Baca Juga  Nur Rahmah Imbau ASN Biro Organisasi Setda Sulbar Segera Aktivasi Akun Wajib Pajak pada Coretax DJP Sebelum 31 Desember 2025

Di tempat terpisah, Plt. Kepala Biro Pemkesra Murdanil, menyampaikan bahwa Rakorda dan Silaturrahim Ulama memiliki peran penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan elemen keagamaan.

Baca Juga  Di Forum RKPD 2027, Gubernur Sulbar Kenang Almarhum Wagub Salim S. Mengga

“Ulama memiliki kontribusi besar dalam menjaga kerukunan umat beragama serta menjadi pilar moral dalam mendukung terciptanya masyarakat yang religius, damai, dan sejahtera,” ungkapnya.

Murdanil menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemkesra akan terus mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan dan penguatan peran ulama sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *