OPINI  

Regenerasi Ulama di Majene Pembawa Islam Pertama (01)

Oleh: Jajat MM

Sesuai catatan sejarah tentang masuknya Islam di tanah Mandar khususnya di Banggae Majene serta merujuk pada beberapa referensi yang ada, bahwa sekira abad ke XVI – XVII Masehi Islam mulai masuk dan menyebar di Majene yang dibawa oleh Syech KH Abd Mannan dengan nama gelar To Salama’ di Salabose (sekira tahun 1608 M), Salabose adalah nama sebuah kampung yang berada dalam kota Majene di atas ketinggian atau bukit/gunung benama “buttu Salabose”, yang saat ini masuk dalam wilayah kelurahan Pangaliali, kecamatan Banggae, kabupaten Majene;

Baca Juga  Kegelapan Dosa Menuju Cahaya Ilahi: Sebuah Pengakuan dan Perjalanan

Sementara di Polewali Mandar ulama yang memperkenalkan dan menyebarkan Islam pertamakali, tepatnya di wilayah Binuang dan sekitarnya hingga ke Balanipa adalah Syekh KH Abdul Karim Kamaluddin dengan nama gelar Tosalama’ di Binuang dan/ atau Syekh KH Bil Ma’ruf (KH Abdul Rahim Kamaluddin);

Binuang adalah sebuah wilayah kerajaan masa konfederasi kerajaan Pitu Ba’ban Binanga (persekutuan 7 kerajaan di muara sungai, yaitu: Binuang, Balanipa, Banggae, Pamboang, Sendana, Tappalang, dan Mamuju), yang letak geografisnya berada dibagian selatan jazirah tipalayo Mandar, dan saat ini adalah wilayah kecamatan Binuang dan sekitarnya, kabupaten Polewali Mandar (Polman), provinsi Sulawesi Barat (SulBar), sedang Balanipa adalah wilayah yang merujuk pada kerajaan Balanipa dimasa lalu, dan saat ini adalah wilayah kecamatan Balanipa serta kecamatan Tinambung dan sekitarnya, kabupaten Polman;

Baca Juga  Ironis, Kemiskinan Daerah Terjadi di Tengah Kayanya Indonesia

Adapun di Mamuju dan Tappalang, ada dua tokoh ulama yang berjasa dalam pengenalan dan penyebaran Islam di sana, yaitu: Sayyid KH Zakaria bersama Raden Mas Suryo Adilogo (Kapuang Jawa), keduanya adalah murid Sunan Bonang salah seorang tokoh Walisongo penyebar Islam di tanah Jawa;

Baca Juga  Tips Memilih Rumah Kost Ideal untuk Mahasiswa

Tiga tempat inilah yang menjadi titik sentral penyebaran Islam pertamakali diwilayah jazirah tipalayo tanah Mandar, yakni sebelah utara berpusat di Mamuju dan Tappalang hingga ke Sendana dan Pamboang, sebelah selatan berkedudukan di Binuang Polewali hingga ke Balanipa, dan dititik tengah berada di Salabose Banggae Majene; (Bersambung)

Makassar, Oktober 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *