Sayangnya, saat Wakil Ketua I DPRD Majene, M. Idwar hadir di tengah-tengah massa aksi. Idwar mengaku tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak terkait keputusan secara kelembagaan DPRD mengingat harus dilakukan rapat koordinasi yang menghadirkan seluruh anggota DPRD Majene.
Kecewa atas pernyataan tersebut, massa pun memanas bahkan anggota DPRD Majene, M. Idwar harus mengamankan diri dan meninggalkan ruang sidang.
Beberapa massa pun melakukan pengrusakan di dalam ruang sidang DPRD Majene seperti jendela, meja, mikrofon, bahkan beberapa dokumen milik DPRD Majene.
Usai melakukan pengrusakan massa kembali turun dan berkumpul di depan Kantor DPRD Majene untuk melakukan koordinasi bersama beberapa koordinator lapangan dari berbagai organisasi.
Jendral SPMM, Misbahuddin menegaskan jika pihak pemerintah dan DPRD Majene tidak sepakat untuk bersama-sama mengawal keputusan MK dan KPU tidak melakukan pengumuman pendaftaran paslon sesuai dengan tahapan maka akan kembali melakukan aksi serupa yang berjilid-jilid. Bahkan mengancam akan memboikot pelaksanaan Pilkada.












