KAMPUS  

Guru SD Kini Mahir Bikin Game! Kolaborasi Dosen & Mahasiswa Unsulbar Sukseskan Pelatihan Coding

Majene– Era pendidikan modern menuntut tenaga pendidik untuk tidak sekadar bisa mengajar, tetapi juga melek teknologi dan inovatif 

Merespons tantangan digitalisasi tersebut, tim kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sukses selenggarakan program “Pelatihan dan Pendampingan Coding Scratch bagi Guru SD Negeri 2 Kampung Baru untuk Mengembangkan Computational Thinking dan Literasi Digital Siswa”

Puncak antusiasme dari rangkaian kegiatan edukatif ini terlihat sangat jelas pada acara pelatihan utama yang digelar secara luring. Bertempat di Aula SD Negeri 2 Kampung Baru, Majene, kegiatan ini berlangsung meriah selama empat jam penuh, Sabtu (18/7/2026) 
Sebanyak 30 guru dari sekolah tersebut hadir dengan semangat tinggi untuk keluar dari zona nyaman mereka dan menyelami dunia pemrograman dasar. Acara ini dibuka  Kepala SD Negeri 2 Kampung Baru, Dr. H. Nurmadia, S.Pd., M.Pd., yang apresiasi langkah inovatif Unsulbar dalam memajukan kompetensi digital para pahlawan tanpa tanda jasa di sekolahnya.

Baca Juga  Pria Gemuk Terduga Penjahat Kelamin Lanjutkan Aksinya di Kos Putri Pullewa

Berbeda dengan pelatihan pada umumnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar pemaparan materi teori, melainkan langsung berfokus pada praktik yang menyenangkan. Hasilnya sangat memukau, para guru yang sebelumnya sama sekali awam dengan bahasa pemrograman ini berhasil membuat animasi dan game edukasi interaktif sederhana, yakni membuat animasi daur air dan permainan menangkap apel menggunakan platform coding Scratch!
 
Keberhasilan yang membanggakan ini tentu tidak lepas dari sinergi lintas disiplin ilmu yang apik dari para akademisi Unsulbar. Program inspiratif ini digagas secara cemerlang Eli Meivawati dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang berkolaborasi dengan Hamdy Nur Saidy dari Program Studi Informatika. 

Baca Juga  Guru Besar Unsulbar : Pilih Langsung Wakil Dosen ke Senat Universitas

Kolaborasi dua bidang ilmu yang berbeda ini sengaja dirancang agar materi coding yang terkesan rumit dapat dikemas sedemikian rupa agar sesuai dengan pedagogi anak Sekolah Dasar. Tujuannya sangat jelas, yakni memperkuat computational thinking (pemikiran komputasional) dan literasi digital siswa melalui penyampaian guru-guru yang terampil.

Keberhasilan para guru dalam memahami logika coding juga didukung penuh kehadiran sejumlah mahasiswa Unsulbar yang bertindak sebagai fasilitator pendamping. Para mahasiswa ini dengan telaten berkeliling ke setiap meja, mengarahkan, dan membantu memecahkan kendala teknis yang dialami para guru saat mencoba merangkai blok-blok kode di layar laptop mereka.


Berkat pendampingan yang intensif tersebut, suasana pelatihan pun berlangsung sangat hidup, interaktif, dan penuh canda tawa. Para guru mengaku sangat senang dan antusias karena selain mendapatkan ilmu coding yang sangat kekinian, mereka juga membawa pulang sertifikat penghargaan serta berbagai doorprize menarik yang telah disiapkan oleh panitia.

Baca Juga  Himapedka Unsulbar Helat Seminar Keagamaan, Bahas Healing Spiritual Bagi Mahasiswa


Sebagai informasi, rangkaian kegiatan pengabdian dan pendampingan ini bukanlah acara satu hari saja, melainkan dijadwalkan berlangsung secara berkelanjutan mulai dari bulan Juli hingga Agustus 2026. Akselerasi literasi digital bagi tenaga pendidik di Majene ini dapat terealisasi secara maksimal berkat dukungan dari pendanaan Hibah Internal DIPA Unsulbar Tahun 2026.

Melalui inovasi dan pelatihan yang komprehensif ini, diharapkan para guru di SD Negeri 2 Majene siap menghadirkan suasana belajar yang lebih segar, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Langkah nyata ini menjadi tonggak penting bagi sekolah dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangkas secara digital sejak bangku sekolah dasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *