KAMPUS  

Kolaborasi KKN Unsulbar & KKN-PPM UGM Tingkatkan Literasi Anak Desa Tapandullu

Majene – KKN Tematik Literasi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berkolaborasi dengan KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pengurus Perpustakaan Masannang dalam kegiatan belajar bersama anak-anak Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Masannang tersebut diikuti  puluhan anak usia sekolah dasar dari berbagai tingkatan kelas. Suasana belajar dikemas secara interaktif melalui pendampingan membaca, diskusi, serta berbagai aktivitas edukatif yang bertujuan meningkatkan minat baca dan semangat belajar anak.

Baca Juga  Ketua STAIN Majene Temui Gubernur Sulbar, Ini Pembahasan Pentingnya!

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat desa. Kehadiran mahasiswa dari dua perguruan tinggi bersama pengurus perpustakaan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih variatif.

Koordinator Desa KKN Tematik Literasi Unsulbar Aldi Kurniawan, Prodi Manajemen angkatan 2023 jelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin yang telah berjalan di Perpustakaan Masannang.

Baca Juga  Resmi Dilantik, Pengurus UKM Racana Unsulbar Siap Mengabdi

“Di perpustakaan memang ada kegiatan rutin membuka layanan untuk anak-anak. Kebetulan pada kesempatan ini teman-teman dari KKN-PPM UGM dan KKN Tematik Literasi Unsulbar turut hadir. Di sana kami belajar bersama anak-anak melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendampingi proses belajar, tetapi juga membangun kedekatan dengan anak-anak melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan, mulai dari membaca bersama hingga permainan edukatif.

Baca Juga  Tim PKM Unsulbar Perkuat Literasi Gizi Keluarga di Desa Onang

KKN Tematik Literasi Unsulbar berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat, sekaligus mendukung keberadaan perpustakaan desa sebagai pusat belajar yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh warga, khususnya generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *