KAMPUS  

HMI Komisariat STAIN Cabang Majene Melakukan Unjuk Rasa Buntut Penutupan Jalan Utama Menuju STAIN Belum Terselesaikan

SULBAR99NEWS.COM, MAJENE – HMI Cabang Majene kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang jalan utama ke Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Majene. Mereka menuntut agar jalan yang selama ini ditutup oleh pihak pemilik tanah tersebut dapat diselesaikan, Senin (2/10/2023), di Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Diketahui ahli waris pemilik lahan sudah lama menutup jalan utama tersebut, dengan alasan karena belum dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Majene. Akibat jalan ditutup mahasiswa yang hendak ke kampus harus melewati jalan alternatif.

Baca Juga  Dorong Perguruan Tinggi Mendunia, Prof Jamaluddin Jompa Tepat Pimpin Unhas Kembali untuk 2026-2030

HMI Komisariat STAIN Cabang Majene juga menuntut Pj Gubernur Sulawesi Barat agar dapat membantu menuntaskan permasalahan tersebut, mengingat Pemerintah Kabupaten Majene tidak mampu untuk menuntaskan

“Jalan ini sebagai penunjang ataupun mempermudah mahasiswa mengakses lebih dekat ke kampus STAIN Majene, namun nyatanya jalanan ini sampai sekarang masih tertutup karena persoalan konflik oleh ahli waris, sehingga sangat berdampak kepada mahasiswa yang harusnya sudah dapat menikmati jalanan yang bagus ini dibandingkan dengan jalan alternatif,” kata Syamsuddin Ketua HMI Komisariat STAIN Cabang Majene juga selaku Mahasiswa STAIN Majene.

Baca Juga  Serunya Pemilihan Ketua Kos Putri di Lutang, Ada Serangan Fajar?

Syamsuddin juga menganggap Pemerintah Kabupaten Majene gagal menuntaskan persoalan tersebut, karena jalan tersebut sudah bertahun-tahun ditutup oleh ahli waris, tetapi lambat dalam menanggapi, apalagi Kabupaten Majene salah satu Kota Pendidikan yang ada di Provinsi Sulawesi Barat.

“Tolonglah Pj Gubernur Sulawesi Barat untuk turun langsung menangani masalah ini, juga kami akan memberi ultimatum jika minggu kedepan tidak ada solusi, mungkin kami akan turun kembali dan jangan salah kami ketika nanti akan ada hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya Syamsuddin.

Baca Juga  Pusat Studi Perubahan Iklim LPPM Unhas Gelar Curah Pendapat Bahas Program Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Makassar

Akibat dari aksi unjuk rasa tersebut jalan trans Sulawesi tersebut mengalami kemacetan karena massa yang berorasi ditengah jalan, juga banyaknya massa yang terlibat dalam aksi tersebut.

(Indra Saputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *