MAJENE, Seorang warga lingkungan Garogo Kelurahan Baru Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, Azis (50) merasa sedih dan terharu, Sabtu (8/3/2025).
Pasalnya, sapi miliknya, yang dipelihara sejak kecil, hilang entah dimana keberadaannya.
Ditemui di puncak gunung Lappar Lingkungan Garogo, saat dirinya terus berupaya mencari jejak sapinya yang hilang, Azis bercerita, sudah menjadi rutinitas tiap hari, dirinya mengikat empat ekor sapinya di puncak gunung Lappar untuk keperluan makan rumput.
Namun naas, para Rabu, 5 Maret 2025 lalu, seekor sapinya hilang saat diikat dan tak meninggalkan jejak sama sekali.
Azis menyebut, harga sapinya yang hilang itu berkisar Rp 8 juta.
“Tiga hari ini sudah kucari pak, keliling gunung hingga ke Rusung, tapi sama sekali tidak ada jejak,” ujarnya sesekali mengusap matanya.
Saat hendak mau tidur, dirinya terus berpikir, dimana sapi ini pergi, sehingga sejak sapinya hilang, tidurnya selalu terganggu memikirkan sapi kesayangannya itu.
Gunung demi gunung dia jejaki, mencari sapi yang hilang, namun hingga hari keempat pencariannya, belum juga membuahkan hasil.
Azis yang kesehariannya menjadi penggembala sapi dan pecinta ayam itu menduga, sapinya itu dicuri orang. “Kayaknya dicuri pak, kecil kemungkinan lepas sendiri ikatan talinya di pohon,” ujarnya.
Olehnya itu, Azis berharap, jika memang sapinya terlepas dari ikatannya, dia berharap agar yang menemukan sapi itu, bisa menghubunginya di rumahnya yang berada di belakang RSUD Majene. “Kalau ada yang lihat, minta tolong dibawa ke Rumah di Garogo,” harapnya.
Azis juga mengatakan, jika memang sapinya dicuri orang, agar mengembalikan sapinya, karena mencuri sapi itu salah satu dosa besar. “Apalagi ini bulan puasa, besar dosanya mencuri sapi,” tandasnya.













