Ujian Integritas Kajati Baru: Aktivis Desak Penuntasan Skandal Korupsi Rp10 Miliar DPRD Polman

Mamuju, Sulbar.99news.id—Kursi jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Barat yang baru saja berganti kini langsung dihujani tuntutan keras dari publik. Sejumlah aktivis anti-korupsi menegaskan bahwa mereka tidak akan memberikan “masa bulan madu” bagi pimpinan baru korps adhyaksa tersebut, melainkan menuntut penyelesaian skandal dugaan mega korupsi di DPRD Polewali Mandar (Polman).

Fokus utama desakan ini tertuju pada dugaan penyimpangan dana Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI), Dana Operasional (DO) Pimpinan, serta belanja Barang dan Jasa tahun anggaran 2020-2024. Skandal ini ditaksir telah merugikan negara hingga Rp10 Miliar.

Baca Juga  Kejati Sulbar Bongkar Skandal Korupsi Lahan Pasar Mamasa, Dua Pejabat Jadi Tersangka

Momentum Bersih-Bersih, Bukan Seremonial. Ketua Lembaga Kajian dan Pengawasan Anggaran (LKPA), Zubair, menyatakan bahwa pergantian Kajati harus menjadi titik balik penegakan hukum di Sulbar, bukan sekadar rotasi jabatan rutin.

“Integritas Kajati Sulbar yang baru sedang dipertaruhkan. Kasus DPRD Polman ini bukan barang baru, sudah menjadi konsumsi publik sejak 2020. Kami peringatkan: jangan sampai kasus ini mengendap apalagi dipetieskan,” tegas Zubair dalam pernyataan resminya, Minggu (10/5/2026).

Baca Juga  RSUD Andi Depu Polman Diduga “Sarang Gratifikasi”, APH Tak Berani Sentuh

Modus Operandi: Mark-up dan Pelanggaran Aturan

Berdasarkan data yang dihimpun, dugaan korupsi ini diduga dilakukan secara terstruktur. Realisasi anggaran TKI dan DO disinyalir menabrak aturan Kemampuan Keuangan Daerah. Tak hanya itu, pos belanja Barang dan Jasa juga dituding mengalami penggelembungan harga (mark-up) serta penggunaan anggaran yang melenceng dari peruntukan sebenarnya.

Para aktivis menilai pola penyimpangan ini bersifat sistematis dan masif, mengingat rentang waktu anggaran yang mencapai empat tahun.

Baca Juga  Dugaan Anggaran Fiktif Perjalanan Dinas dan Makan Minum Dishub PPU Jadi Sorotan

Tuntutan: Segera Tetapkan Tersangka

Massa mendesak Kejati Sulbar untuk tidak lagi sekadar melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), melainkan segera menaikkan status perkara ke penyidikan dan menetapkan tersangka.

“Publik butuh bukti nyata, bukan sekadar janji prosedur. Jika skandal di DPRD Polman ini bisa dituntaskan tanpa pandang bulu, maka kepercayaan rakyat Sulbar terhadap hukum akan pulih. Jika tidak, kami akan terus mengawal ini di jalanan hingga ada keadilan,” tambah Zubair.(Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *