SULBAR99NEWS.COM, MAJENE – Sebaran hoaks merupakan masalah serius jelang Pemilu 2023.Tular Nalar yang berkomitmen menghadirkan materi pembelajaran seru untuk melatih kemampuan berpikir kritis yang dapat diakses oleh semua orang.
Kali ini Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Sulawesi Barat menggelar Sekolah Kebangsaan yang merupakan Program Tular Nalar. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Sulawesi Barat.
Ratusan peserta yang terdiri dari siswa dan mahasiswa mengikuti Sekolah Kebangsaan ini. Mereka dibagi 10 kelompok dan dilatih untuk mengenali dan pencegahan hoaks.
Termasuk diedukasi mengenai cara menjadi pemilih pemula yang cerdas dan kritis pada Pemilu 2024 mendatang.
Koordinator Mafindo Sulbar, Dedy Aswan mengatakan, pelaksanaan Sekolah Kebangsaan ini merupakan langkah awal di Stain Majene untuk menjalin kerja sama. Hal ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Mafindo Sulbar dengan Ketua Stain Majene, Prof. Dr. Wasilah Sahabuddin.

“Dan MoU kami ditandai dengan memulainya dengan sekolah kebangsaan yaitu merupakan program Tular Nalar dari Mafindo Sulbar. Pentingnya dengan Sekolah Kebangsaan ini untuk memberikan edukasi kepada para pemilih pemula mengindera hoaks yang mungkin saja terjadi,” kata Dedy Aswan.
“Sehingga mereka dapat mengikuti Pemilu dengan cerdas memilih pemimpin sesuai dengan keinginan mereka,” lanjutnya.
Ketua Stain Majene, Prof. Dr. Wasilah Sahabuddin menyambut baik langkah Mafindo Sulbar untuk melakukan literasi digital ini. Prof. Dr. Wasilah Sahabuddin berharap para pemilih pemula ini menjadi pemilih yang kritis dan cerdas.
“Mereka harus ikut pelatihan seperti ini, seperti cek fakta khususnya ya, agar mereka bisa tahu yang mana sih cara menghindari fitnah atau hoaks terkait Pemilu,” kata Prof. Dr. Wasilah Sahabuddin.
Seorang peserta yang merupakan mahasiswa Stain Majene, Rizki Anisa mengatakan Sekolah Kebangsaan ini sangat penting bagi mahasiswa. Utamanya memberikan pendidikan politik dan pencegahan hoaks yang marak terjadi saat Pemilu 2024
“Kegiatan ini mampu membuat saya dan teman-teman lebih bijak dalam memilih tanpa intervensi dari pihak lain. Sehingga tidak adanya tersebar hoaks untuk Pemilu yang bisa saling menjatuhkan. Dengan adanya kegiatan ini berharap dengan informasi hoaks tidak mudah menyebar dan mengetahui informasi resmi,” kata Rizki.
(Indra Saputra)













