MAJENE, SULBAR.99NEWS.ID—Polres Majene, melalui Unit Tipidkor Satreskrim tengah mendalamai dugaan pemotongan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majene.
Hal ini disampaikan Kasi Humas Polres Majene, Iptu Suyuti saat menggelar konfrensi pers di aula Mapolres Majene, Rabu (17/4/2024). Menurut Suyuti sampai saat ini Unit Tipidkor Polres Majene masih melakukan permintaan keterangan terhadap saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti.
“Kami telah melakukan pendalaman dan pengumpulan barang bukti soal adanya dugaan pemotongan dana bantian operasional sekolah (BOS) di tingkat SD dan SMP yang diduga dilakukan oleh oknum ASN di Dinas Pendidikan,” ungkap Suyuti yang didampingi Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Budi Adi
Suyuti juga menyampaikan, bahwa sejak adanya laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan pemotongan dana bantuan operasional ekolah (BOS) tahun anggaran 2024, tim dari unit Tipidkor langsung melakukan penyelidikan. Ia juga menepis adanya tuduhan keterlibatan unit Tipidkor dalam perkara dugaan pemotongan dana BOS.
“Artinya jauh sebelum adanya pemberitaan disalah satu media, tipidkor Polres Majene telah bergerak dibuktikan dengan adanya surat perintah penyelidikan pada tanggal 3 April 2024. Kemudian terkait narasi dalam pemberitaan disalah satu media online yang mencatut nama tipidkor Polres Majene bahwa hal tersebut tidak benar,” tegasnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Budi Adi menegaskan, bahwa untuk perkara kasus dugaan pemotongan dana BOS yang diduga dilakukan oleh oknum ASN pada Dinas Pendidikan Majene saat ini sedang dalam penyelidikan.
“Perkara ini masih sedang berjalan, kami sudah memanggil beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan, hingga saat ini sudah ada empat orang yang kami periksa, perkara ini ditangani langsung unit tipidkor dan sudah menjadi atensi, modusnya ada dugaan pemotongan,” ujar Budi Adi
Ditempat terpisah Sekretaris Dinas Pendididikan Pemuda dan Olahrga Suardi, saat dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf terkait dengan pencatutan nama tipidkor yang diberitakan disalah satu media online.
“Kami atas nama Dinas Pendidikan menyampiakan permohonan maaf terkait pencatutan nama tipidkor sebagaimana yang diberitakan di salah satu media, bahwa itu tidak benar, sekali lagi saya tegaskan tidak ada dari teman-teman pengelola dana bos yang mencatut nama tipidkor. Selanjutnya terkait dengan proses yang saat ini tengah berjalan kami serahkan ke pihak Kepolisian kami tetap akan kooperatif,” tandasnya.(Ali).













