Satgas KPK Sebut Nilai MCP Majene Masuk Kategori Terendah di Sulawesi Barat

Tim Satgas KPK Bersama Pemkab Majene Gelar Rakoor Pencegahan Korupsi

MAJENE, SULBAR99NEWS.ID—Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rapat koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2024 bersama Pemerintah Kabupaten Majene, di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Selasa (30/7/2024).

Rapat koordinasi itu dibuka langsung Bupati Majene, Andi Achmad Syukri, serta dihadiri Ketua Tim Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK Sulsel Tri Budi Rochmanto beserta Tim, Sekda Majene, Ardiansyah.

Kegiatan itu dihadiri juga Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, Ardiansyah, Inspektur Kabupaten Andi Amran, Kepala BKAD Majene, Kasman Kabil serta diikuti para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemkab Majene.

Dalam paparannya Ketua Tim Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK Sulsel Tri Budi Rochmanto bahwa tujuan berkunjung ke Pemkab Majene untuk mengkoordinasikan beberapa hal  penting, diantaranya capaian nilai MCP di Kabupaten Majene.

Baca Juga  Lingkaran Korupsi Jalur KA Trans Sulawesi, KPK OTT 25 Orang

“Tim Koordinasi dan Supervisi KPK berkunjung ke Majene untuk mengkoordinasikan beberapa hal penting yaitu, upaya pencegahan korupsi yang diukur dengan MCP (monitoring centre for prevention), terkait perencanaan penganggaran, upaya memperkuat ekspose hasil SPI karna jantungn MCP di monitoring yang dapat diukur dengan penilaian integritas, serta peningkatan standar pelayanan publik’ jelasnya

Ditambahkannya, “MCP Kabupaten Majene tahun 2023 nilai MCP diangka 43 adalah masuk kategori yang terendah di Sulawesi Bart dan Pemkab Majene harus berupaya karna itu merupakan bentuk keseriusan Pemkab untuk memberantas korupsi.

“Majene berada diurutan kedua dari bawah, jadi tentunya pak Bupati dan Sekda, data ini bukan untuk kemudian menjadi down, tapi bagaimana bapak dan ibu bisa semangat lagi untuk bisa mencapai nilai MPC tahun ini lebih baik lagi,” paparnya.

Baca Juga  LMS NCW Minta APH Audit Dana Desa di Majene

Tri juga menyampaikan, kegiatan tersebut bentuk komitmen KPK mencegah korupsi.Karena korupsi, dapat menghambat proyek-proyek strategis di lapangan dan pada akhirnya berdampak kepada masyarakat. Ia juga meworning Pemerintah Kabupaten Majene agar proyek strategis dilakukan pengawalan secara efektif, karena KPK setiap saat akan melakukan pemantauan.

 “Korupsi adalah kejahatan yang luar biasa. Olehnya itu, kami ingatkan kembali termasuk diri sendiri mari luruskan niat, jangan sampai melanggar etika dan demokrasi,” tandasnya.

Sementara itu Sekda Majene, Ardiansyah usai mengikuti rapat koordinasi kepada wartwan menyampaikan, bahwa kedatangan KPK di Majene merupakan rangkaian rapat koordinasi pencegahan korupsi setelah dari Mamasa dan Polman.

“Ada program yang nama MCP yang sudah dirancang sejak tahun lalu, dimana dievaluasi bagaimana 8 area itu Majene dikontrol sudah sejauh mana MCP nya, tadi KPK menekankan agar seluruh pimpinan OPD itu proaktif untuk menginfut data-data yang diminta oleh KPK,” kata Ardiansyah.

Baca Juga  Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Kajari Majene Ajak Awak Media Perangi Korupsi

Selanjutnya menurut Ardiansyah, KPK juga setiap tahunnya itu Pemda Majene diminta data 10 proyek stargis agar betul-betul pelaksanaannya dipantau, mulai dari perencanaannya, pengawasannya jangan sampai ada speks yang tidak sesuai.

“Dengan hadirnya KPK di Majene hari ini kami sangat apresiasi, dan ini bagus sekali bagaiman KPK telah mengingatkan kita untuk deteksi dini (Early Warning System) lebih bagus pengawasannya, sehingga proyek hasilnya lebih baik, tadi juga disinggung soal DAK jangan sampai DAK tidak jalan dan tidak dimamfaatkan, tapi kami dari pemda sudah perhatian betul dan kita pastikan 10 proyek strategis pasti terlaksana dengan baik dan selesai tepat waktu,” ungkapnya.(Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *