NCW Desak APH Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSUD Polman

Polman, Sulbar.99news.id—Nusantara Corruption Nusantara (NCW) Indonesia Timur mendesak Aparat Penegak Hukum segera melakukan investigasi permasalaham pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Polman. Hal ini diegaskan Ketua NCW Indonesia Timur, Anwar Hakim, Rabu (12/6/2024).

Menurut Anwar Hakim, dugaan korupsi pengadaan Alkes tersebut modusnya mark up anggaran, kemudian unsur ada dugaan kkn pihak rumah sakit umum yang diduga melibatkan direktur termasuk pejabat PPK dan antek-anteknya,.

Baca Juga  Kejari Diminta Usut Tuntas Dugaan Suap dan Gratifikasi Bupati Koltim Terpilih

“Hari ini di rsud polman lagi carut marut dan itu cikal bakal ada dugaan permainan curang, sehingga dokter dengan perawat panic berkenaan jasa mereka yang tidak pasti. Bahwa kami duga manajemen rumah sakit syarat dengan kongkalikong,” tegas Anwar.

Anwar juga menjelaskan, Perbuatan ini diduga sudah lama berlangsung sejak 2021. Indikasi dugaan korupsi  meliputi pengadaan alat kesehatan , anggaran jasa medis dokter ahli, anggaran jasa perawat,  anggaran makan bagi perawat dan anggaran makan untuk pasien, dan pengadaan obat.

Baca Juga  Bupati Ponorogo Terjaring OTT KPK Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan

“Dugaan korupsi kisaran puluhan miliar di RSUD Polewali Mandar tersebut diduga melibatkan direktur Rumah Sakit Umum , termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD bersama antek-anteknya. Bahkan dari data yang kami dapat ada  anggaran operasional rsud ratusan juta rupiah yang tidak dimasukkan daftar LKPJ tahun 2023 ini dilakukan untuk menghindari dari pengawasan,” ujarnya.

Baca Juga  LSM Sulbar Demo di KPK,  Desak Usut Dugaan Korupsi Majene dan Polman

Untuk itu lanjut Anwar, Ia mendesak aparat penegak hukum  termasuk KPK melakukan penelusuran dan mengusut tuntas adanya indikasi korupsi atau adanya unsur dugaan KKN di RSUD polman.

“Bukti lainnya target anggaran RSUD sebesar Rp.115 miliar, namun realisasinya sebesar Rp.145 miliar, ini membuktikan bahwa RSUD tersebut diduga jadi gudang korupsi,” pungkasnya.(Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *